Tujuan Pendidikan

TUJUAN PENDIDIKAN
FERDIAN HIDAYAT

Institut Agama Islam Negri Madura

Abstrak:
Pendidikan merupakan usaha manusia untuk meningkatkan ilmu pengetahuan yang didapat baik dari lembaga formal maupun informal dalammembantu proses transformasi sehingga dapat mencapai kualitas yang diharapkan. Agar kualitas yang diharapkan dapat tercapai, diperlukan penentuan tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan inilah yang akan menentukan keberhasilan dalam proses pembentukan pribadi manusia yang berkualitas, dengan tanpa mengesampingkan peranan unsur-unsur lain dalam pendidikan. Dalam proses penentuan tujuan pendidikan dibutuhkan suatu perhitungan yang matang, cermat, dan teliti agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Oleh karena itu perlu dirumuskan suatu tujuan pendidikan yang menjadikan moral sebagai dasar yang sangat penting dalam setiap peradaban bangsa.
Kata Kunci: Tujuan, dan pendidikan

Abstact:
Education is a human effort to improve the knowledge gained both from formal and informal institutions in helping the transformation process so that it can achieve the expected quality. For the quality expected to be achieved, it is necessary to determine educational goals. The purpose of education is what will determine success in the process of forming a qualified human person, without excluding the role of other elements in education. In the process of determining the purpose of education, it takes a mature, careful, and careful calculation so as not to cause problems later on. Therefore, it is necessary to form an educational goal that makes moral as a very important foundation in every nation's civilization.
Pendahuluan
Pendidikan merupakan usaha manusia untuk meningkatkan ilmu pengetahuan yang didapat baik dari lembaga formal maupun informal dalammembantu proses transformasi sehingga dapat mencapai kualitas yang diharapkan.Agar kualitas yang diharapkan dapat tercapai, diperlukan penentuan tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan inilah yang akan menentukan keberhasilan dalam proses pembentukan pribadi manusia yang berkualitas, dengan tanpamengesampingkan peranan unsur-unsur lain dalam pendidikan. Dalam proses penentuan tujuan pendidikan dibutuhkan suatu perhitungan yang matang, cermat,dan teliti agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Oleh karena itu perludirumuskan suatu tujuan pendidikan yang menjadikan moral sebagai dasar yangsangat penting dalam setiap peradaban bangsa.
Dalam kajian ini bertujuan untuk mengetahui apa pengertian tujuan pendidikan? Dan apa saja macam-macam tujuan pendidikan? Dan penulis berharap pemerintah akan tetap memperjelas tujuan pendidikan.

Tujuan Pendidikan
Menurut sejarah bangsa Yunani, tujuan pendidikannya ialah ketentraman.Sedangkan menurut Islam, tujuan pendidikan ialah membentuk manusia supayasehat, cerdas, patuh, dan tunduk kepada perintah Tuhan serta menjauhi larangan-larangan-Nya (Ahmadi,1991:99).Tujuan pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang dicapai oleh peserta didik setelah diselenggarakan kegiatan pendidikan. Seluruh kegiatan pendidikan, yakni bimbingan pengajaran atau latihan, diarahkan untuk mencapaitujuan pendidikan itu. Dalam konteks ini tujuan pendidikan merupakan komponendari sistem pendidikan yang menempati kedudukan dan fungsi sentral. Itusebabnya setiap tenaga pendidikan perlu memahami dengan baik tujuan pendidikan (Suardi, 2010:7). Dalam Suwarno (1992) terdapat beberapa pengertian tujuan pendidikanmenurut beberapa tokoh, diantaranya :
Ki Hadjar DewantoroTujuan pendidikan adalah mendidik anak agar menjadi manusia yangsempurna hidupnya, yaitu kehidupan dan penghidupan manusia yang selarasdengan alamnya (kodratnya) dan masyarakatnya.
Johan Amos Comenius (Austria, 1592 – 1670, tokoh aliran realism pendidikan)Tujuan pendidikan adalah membentuk manusia yang mempunyai pengetahuan kesusilaan dan kasalehan sebagai persiapan untuk kehidupan diakherat. [1]

Tujuan pendidikan sebagai arah pendidikan
Tujuan itu menunjukkan arah dari suatu usaha, sedangkan arah tadimenunjukkan jalan yang harus ditempuh dari situasi sekarang ke situasi berikutnya. Dalam meninjau tujuan sebagai arah ini, tidak ditekankan padamasalah ke jurusan mana garis yang telah memberi arah pada usaha tersebut,tetapi ditekankan kepada soal garis manakah yang harus kita ambil dalammelaksanakan usaha tersebut, atau garis manakah yang harus ditempuh dalam keadaan “sekarang” dan “disini”. Misalnya guru yang bertujuan membentuk anak didiknya menjadi manusia yang cerdas, maka arah dari usahanya ialah menciptakan situasi belajar yang dapat mengembangkan kecerdasan.

Tujuan sebagai titik akhir
Tujuan di samping dapat dipandang dari segi titik tolaknya, juga dapatdipandang dari segi titik akhir yang akan dicapainya. Di sini perhatian pada halyang akan dicapai atau dituju yang terletak pada jangkauan masa datang, dan bukan pada situasi sekarang atau pada jalan yang harus diambil dalam situasi tadi.Misalnya seorang pendidik yang bertujuan agar anak didiknya menjadi manusiasusila, maka tekanannya di sini ialah gambaran tentang pribadi susila yangmenjadi idamannya tadi.
Tujuan pendidikan nasional dalam Pembukaan UUD 1945 adalahmencerdaskan kehidupan bangsa. Kecerdasan yang dimaksud disini bukansemata-mata kecerdasan yang hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual saja,melainkan kecerdasan meyeluruh yang mengandung makna lebih luas.
Tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU No.20 Tahun 2003Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 berbunyi :
”…bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Dalam Suwarno (1992), ada beberapa macam tujuan pendidikan,diantaranya sebagai berikut : 1) Tujuan umum. Tujuan umum ialah tujuan yang menjiwai pekerjaan mendidik dalam segalawaktu dan keadaan. Tujuan umum ini dirumuskan dengan memperhatikan hakekat kemanusiaan yang universal. Menurut Lavengeld, tujuan umum pendidikan adalah kedewasaan. 2) Tujuan khusus  3) Tujuan tak lengkap atau tak sempurna Tujuan tak lengkap ialah tujuan yang hanya mencakup salah satu dari pada aspek saja. 4) Tujuan sementara ialah tujuan yang dicapai pada tiap tingkat perjalanan menuju tujuan akhir. [2] 5) Tujuan insidentil ialah tujuan yang timbul karena adanya situasi yang terjadi secara kebetulan. 6) Tujuan intermediair ialah tujuan yang merupakan alat atau perantara untuk mencapai tujuan yang lain.[3]

Kesimpulan
         Di urai dari materi di atas bahwasanya tujuan  sangat berperan penting dalam berkembangnya penddikan dan juga sangat mendukung bagaimana pendidikan tersebut mau di arahkan kemana. Dengan adanya tujuan maka akan jelas kemana arah dan tujuan sebuah pendidikan.


Daftar Pustaka
Ahmadi, A. dan Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. 1994
Suardi, M. Pengantar pendidikan teori dan aplikasi. Jakarta : PT Indeks. 2010
Suwarno. Pengantar Umum Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. 1992
Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional







[1] Ahmadi, A. dan Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan. (Jakarta : Rineka Cipta. 1994). hlm. 76-78
[2] Suardi, M. Pengantar pendidikan teori dan aplikasi. (Jakarta : PT Indeks. 2010). hlm. 34-35
[3] Suwarno. Pengantar Umum Pendidikan. (Jakarta : Rineka Cipta. 1992). hlm.56

Komentar