Pendidik Sebagai Faktor Pendidikan


PENDIDIK SEBAGAI FAKTOR PENDIDIKAN
Ferdian Hidayat

Institut Agama Islam Negri Madura
Abstrak:
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa penting pendidikan yang baik bagi masyarakat. Dimana untuk mencapai mutu pendidikan yang baik, ada beberapa faktor yang mendukung. di antara faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan pendidik adalah bagian penting dari suatu pendidikan, berjalan baik buruknya suatu pembelajaran di dalam pendidikan juga sangat bergantung pada pendidik. Oleh karena itu pendidik di tuntut untuk bisa memahami dan manpu menjalankan kewajibannya dengan baik.
Kata kunci: pendidik, faktor, kewajiban
Abstract:
This study aims to find out how important education is good for the community. Where to achieve good quality education, there are several supporting factors. Among the factors that influence educator education are an important part of education, the good and bad running of learning in education is also very dependent on educators. Therefore educators are required to be able to understand and manage their obligations properly.

Pendahuluan
Secara bahasa, dalam Kamus Basar Bahasa Indonesia Pendidik adalah orang yang mendidik.  Pengertian tersebut memberikan kesan bahwa pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik. Jika  dari  segi  bahasa  pendidik  dikatakan  sebagai  orang yang mendidik, maka dalam arti luas dapat dikatakan bahwa pendidik adalah semua orang atau siapa saja yang berusaha dan memberikan pengaruh terhadap pembinaan orang lai(peserta didik) agar tumbuh dan berkembang potensinya menuju kesempurnaan.   Wij Suwarno   menjelaskan   bahwa   pendidik adalah  orang  yang  dengan  sengaja  mempengaruhi  orang  lain (peserta    didik)    untuk    mencapai    tingkat     kesempurnaan.
Dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu kita ketahui yaitu, apa saja macam-macam pendidik? Apa kewajiban pendidik dan syarat-syarat pendidik?. Dengan adanya tulisan ini di harapkan kita mengetahui apa yang sudah jadi pokok permasalahan dalam tulisan ini.
Pembahasan
Dalam perspektif pendidikan Islam, pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik dengan upaya mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik potensi afektif (rasa), kognitif (cipta), maupun psikomotorik  (karsa).  Pendiditersebut  terbagi  menjadi  dua, yaitu pendidik kodrat dan pendidik jabatan. Keduanya akan dijelaskan dalam uraian berikut ini:[1]

Pendidik Kodrat
Orang  dewasa  yang  mempunyai  tanggunjawab utama terhadap anak adalah orangtuanya. Orang tua disebut pendidik kodrat karena mereka mempunyai hubungan darah dengan anak. Namun, karena orang tua kurang memiliki kemampuan, waktu dan sebagainya untuk memberikan pendidikan yang diperlukan anaknya, maka mereka menyerahkan sebagian tanggung jawabnya kepada orang dewasa lain untuk membimbingnya seperti guru di sekolah, guru agama di masjid, pemimpin pramuka, dan tokoh-tokoh masyarakat.
Pendidik Jabatan
Pendidik di sekolah seperti guru, konselor, dan administrator disebut pendidik karena jabatan. Sebutan ini disebabkan mereka ditugaskan untuk memberikan pendidikan dan pengajaran di sekolah, yaitu mentransformasikan kebudayaan secara terorganisasi demi perkembangan peserta didik (siswa), khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pendidik jabatan  adalah  orang lain (tidak termasuk anggot keluarga)   yang   karna   keahlianny ditugaskan mendidik guna melanjutkan pendidikan yang telah dilaksanakan oleh orangtua dalam keluarga. Pada hakikatnya, pendidik jabatan membantu orangtua dalam mendidik anak karena orangtua memiliki berbagai keterbatasan. Berbeda dari pendidik kodrat, pendidik jabatan dituntut memiliki berbagai kompetensi sesuai dengan tugasnya.[2]
Tugas Pendidik
Tugas guru tidak sekedar transformasi ilmu, tetapi juga bagaimana ia mampu menginternalisasi ilmunya kepada peserta didik. Pada tataran ini terjad sinkronisas antar apa   yang   diucapkan   oleh   guru (didengar oleh peserta didik) dan yang dilakukannya (dilihat oleh peserta didik).[3]
Dalam  perkembangan  berikutnya,  paradigma  pendidik tidak hanya bertugas sebagai pengajar, yang mendoktrin peserta didik untuk mengetahui seperangkat pengetahuan dan skill tertentu.   Pendidik   hany bertugas   sebagai   motivator   dan fasilitator dalam proses belajar mengajar. Keaktifan sangat tergantung pada peserta didik itu sendiri, sekalipun keaktifan merupakan akibat dari motivasi dan pemberian fasilitas dari pendidiknya. Seorang pendidik dituntut mampu memberikan peranan dan fungsinya dalam menjalankan tugas keguruan. Hal ini menghindari adanya benturan fungsi dan peranan, sehingga pendidik   bisa   menempatkan   kepentingan   sebagai   individu, anggota masyarakat, warga negara, dan pendidik itu sendiri. Antara tugas keguruan dan tugas lainnya harus ditempatkan menurut proporsinya.[4]

Syarat- Syarat Pendidik
Untuk menjadi seorang pendidik yang profesional dan dapat menjalankan tugasnya dengan baik, maka perlu memperhatikan  syarat-syarat  tertentu.  Banyak  para  ahli pendidikan yang mengemukakan pendapatnya mengenai syarat sebagai pendidik. Syarat pendidik menurut Suwarno sebagaimana yang dikutip Khoiron Rosyadi dalam bukunya Pendidikan Profetik, beliau mengusulkan enam syarat yang harus dimiliki oleh setiap pendidik, yaitu 1) Kedewasaan.  Langeveld  berpendapat  seorang  pendidik harus orang dewasa, sebab hubungan anak dengan orang yang belum dewasa tidak dapat menciptakan situasi pendidik dalam arti sebenarnya. 2) Identifikasnorma,  artinymenjadi  satu  dengan  norma yang disampaikan kepada anak, misalnya pendidik agama tidak akan berhasil diberikan oleh orang yang sekedar tahu tentang agama tetapi tidak menganut agama yang diajarkan tersebut. 3) Identifikasi    dengan    anak,    artinya    pendidik    dapat menempatkan diri dalam kehidupan anak hingga usaha pendidik tidak bertentangan dengan kodrat anak. 4) Knowladge, mempunyai pengetahuan cukup perihal pendidikan. 5) Skill, mempunyai keterampilan mendidik. 6) Attitude,  mempunyai  sikap  jiwa  yang  positif  terhadap pendidikan.[5]

Kesimpulan
Pendidik bukan hanya ada di sekolah atau yang bisa kita sebut guru, orang tua ataupun orang di sejeliling lingkungan kita bisa kita sebut pendidik. Adapun ada beberapa syarat yang harus di penuhi untuk menjadi seorang pendidik. Apabila sudah memenuhi syarat, maka akan membantu pendidikan berkembang ke jenjang yang lebih bermutu. Dan mencetak anak didik yang baik, jujur dan sukses.

Daftar pustaka
Umar, Bukhari. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Amzah. 2010.
Mujib, Abdul. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada media. 2006.
Rosyadi, Khoiron.  Pendidikan Profetik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2004






[1] Bukhari Umar, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Amzah, 2010), hlm. 83
[2]Ibid. 85-86.
[3]Ibid. 87.
[4] Abdul Mujib, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana Prenada media, 2006), hlm. 90
[5] Khoiron Rosyadi, Pendidikan Profetik, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), hlm. 181-182

Komentar