Lingkungan Pendidikan
LINGKUNGAN PENDIDIKAN
FERDIAN HIDAYAT
Institut
Agama Islam Negri Madura
Pos-el : ferdianhidayatt111@gmail.com
. Abstrak:
Manusia adalah makhluk sosial pasti membutuhkan pada
bantuan manusia yang lain. Lingkungan sangat penting dalam pertumbuhan individu
manusia, begitu pula dalam dunia pendidikan lingkungan mempunyai peran penting
dalam proses majunya pendidikan. Dalam pendidikan akan sulit mencapai tujuan
apabila lingkungan yang ada di sekitarnya tidak sesuai atau jelek, walaupun di
dalam pendidikan tersebut ada pendidik yang berbakat dan kurikulum yang bagus,
hasilnya pasti akan sulit dengan lingkungan yang tidak sesuai. Untuk itu
lingkungan memang perlu di ciptakan sebaik mungkin agar pendidikan tersebut
bias mencapaitujuan yang telah di tentukan.
Kata Kunci: Lingkungan, Manusia, dan
Pendidikan
Abstract:
Humans are social
creatures definitely need other human assistance. Environment is very important
in the growth of human individuals, as well as in the world of environmental
education has an important role in the process of advancing education. In
education it will be difficult to achieve goals if the surrounding environment
is not suitable or bad, even though there are talented educators and good
curriculum in the education, the results will be difficult with inappropriate
environments. For this reason, the environment really needs to be created as
well as possible so that the education can achieve the stated goals
Pendahuluan
Manusia mempunyai kemampuan-kemampuan yang dapat dan
perlu dikembangkan melalui pengalaman yang terbentuk dalam berinteraksi antar
individu dengan lingkungan tempat tinggalnya yang dapat mempengaruhi tingkah
laku, pertumbuhan, perkembangan, serta proses dalam menjalani kehidupannya
memalui lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya.
Pendidikan merupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan
mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai
dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan. Maka dari itu,
pendidikan perlu ditunjang dengan lingkungan pendidikan yang baik. Karena
lingkungan pendidikan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar manusia
dalam berinteraksi baik berupa benda mati, makhluk hidup, maupun hal-hal yang
terjadi dan sebagai tempat dalam menyalurkan kemampuan-kemampuan untuk
membentuk perkembangan setiap individu yang mempunyai pengaruh kuat kepada
individu.
Dalam kajian ini bertujuan untuk
mengetahui apa pengertian lingkungan pendidikan? Apa saja macam-macam
lingkungan pendidikan? Dan apa fungsingnya?. Dan penulis berharap setelah
membaca kajian ini pembaca akan bertambah pengetahuannya sesuai dengan yang
akan di bahas berikut.
Pengertian Lingkungan Pendidikan
Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan
anak didik. Dalam lingkunganlah anak didik hidup dan berinteraksi dalam mata
rantai kehidupan yang disebut ekosistem. Saling ketergantungan antara
lingkungan biotic dan abiotik tidak dapat dihindari. Itulah hukum alam yang harus
dihadapi oleh anak didik sebagai makhluk hidup yang tergolong kelompok biotik.[1]
Orang sering mengartikan lingkungan secara
sempit, seolah-olah lingkungan hanyalah alam sekitar di luar diri manusia /
individu. Secara harfiah lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang
mengitari kehidupan, baik berupa fisik seperti alam jagat raya dengan segala
isinya, maupun berupa nonfisik, seperti suasana kehidupan beragama,
nilai-nilai, dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat, ilmu pengetahuan,
dan kebudayaan yang berkembang, kedua lingkungan tersebut hadir secara
kebetulan, yakni tanpa diminta dan direncanakan oleh manusia.[2]
Menurut Sartain (seorang ahli psikologi Amerika) dalam
buku M. Ngalim Purwanto menjelaskan bahwa lingkungan ialah meliputi
semua kondisi-kondisi dalam dunia ini yang dalam cara-cara tertentu
mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life
processes kita kecuali gen-gen dan bahkan gen-gen dapat pula dipandang
sebagai menyiapkan lingkungan bagi gen yang lain.[3]
Jadi Lingkungan Pendidikan adalah segala sesuatu yang
mencakup iklim, geografis, adat istiadat, tempat tinggal atau istiadat dan
lainnya yang dapat memberikan penjelasan serta mempengaruhi tingkah laku,
pertumbuhan, perkembangan anak untuk menjadi manusia yang lebih baik yang
mempunyai nilai tinggi, baik nilai insaniyah dan ilahiyah. Sejauh manakah
seseorang berhubungan dengan lingkungan, sejauh itu pula terbuka peluang
masuknya pengaruh pendidikan kepadanya. Tetapi keadaan itu tidak selamanya
bernilai pendidikan, artinya mempunyai nilai positif bagi perkembangan
seseorang karena bisa saja merusak perkembangannya.
Nasution dalam bukunya menjelaskan bahwa
Segala sesuatu yang dipelajari individu harus dipelajari dari anggota
masyarakat lainnya, secara sadar apa yang diajarkan oleh orang-orang tua,
saudara-saudara, anggota keluarganya yang lain dan di sekolah kebanyakan oleh
gurunya. Dengan tak sadar ia belajar dengan mendapat informasi secara
insidental dalam berbagai situasi sambil mengamati kelakuan orang lain, membaca
buku, menonton televisi, mendengar percakapan orang dan sebagainya atau
menyerap kebiasaan-kebiasaan dalam lingkungannya.[4]
Macam-Macam Lingkungan Pendidikan
Dalam kegiatan pendidikan, kita melihat
adanya unsur pergaulan dan unsur lingkungan yang keduaanya tidak terpisahkan
tetapi dapat dibedakan. Dalam pergaulan tidak selalu berlangsung pendidikan
walaupun didalamnya terdapat factor-faktor yang mendidik. Pergaulan semacam itu
dapat terjadi dalam: 1) Lingkungan Keluarga, keluarga merupakan suatu soaial
terkecil dalam kehidupan umat manusia sebagai makhluk sosial, ia merupakan unit
pertama dalam masyarakat. Disitulah terbentuknya tahap awal proses sosialiasi
dan perkembangan individu. 2) Lingkungan Sekolah, kegiatan pendidikan pada
mulanya dilaksanakan dalam lingkungan keluarga dengan menempatkan ayah dan ibu
sebagai pendidikan utama, dengan semakin dewasanya anak semakin banyak hal-hal
yang dibutuhkannya untuk dapat hidup di dalam masyarakat secara layak dan
wajar. Sebagai respon dalam memenuhi kebutuhan tersebut muncullah usaha untuk
mendirikan sekolah di lingkungan keluarga. 3) Lingkungan Masyarakat, dari lahir
sampai mati manusia hidup sebagai anggota masyarakat. Hidup dalam masyarakat
berarti adanya interaksi sosial dengan orang-orang di sekitar dan dengan
demikian mengalami pengaruh dan mempengaruhi orang lain. Interaksi sosial
sangat utama dalam tiap masyarakat.Norma-norma masyarakat yang berpengaruh
tersebut merupakan aturan-aturan yang ditularkan oleh generasi tua kepada
generasi mudanya. Penularan-penularan yang dilakukan dengan sadar dan bertujuan
ini sudah merupakan proses pendidikan masyarakat.[5]
Fungsi Lingkungan Pendidikan
Sebagaimana yang telah dijelaskan,
lingkungan sangat menunjang terhadap suatu kegiatan, termasuk dalam kegiatan
pendidikan. Karena tidak ada satupun tempat kegoatan yang tidak memerlukan
tempat dimana kegatan tersebut dilaksanakan.
Sebagai lingkungan pendidikan, ia
mempunyai fungsi antara lain, menunjang terjadinya proses belajar mengajar
secara aman, tertib dan berkelanjutan. Untuk itu, Al-Qur’an memberi isyarat
tentang pentingnya menciptakan suasana saling tolong menolong, saling
menasihati dan seterusnya agar kegiatan yang dijalankan manusia dapat berjalan
dengan baik.
Abudin Nata dalam bukunya yang berjudul Filsafat
Pendidikan Islam menjelaskan tentang fungsi dari beberapa lingkungan
pendidikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu 1) Fungsi
Lingkungan Keluarga Terhadap Pendidikan 2) Fungsi Lingkungan Sekolah Terhadap
Pendidikan 3) Fungsi Lingkungan Masyarakat terhadap Penddikan.[6]
Penutup
Lingkungan Pendidikan adalah segala
sesuatu yang mencakup iklim, geografis, adat istiadat, tempat tinggal atau
istiadat dan lainnya yang dapat memberikan penjelasan serta mempengaruhi
tingkah laku, pertumbuhan, perkembangan anak untuk menjadi manusia yang lebih
baik yang mempunyai nilai tinggi, baik nilai insaniyah dan ilahiyah. Sejauh
manakah seseorang berhubungan dengan lingkungan, sejauh itu pula terbuka
peluang masuknya pengaruh pendidikan kepadanya.
Daftar Pustaka
Ahmadi, Abu dan Uhbiyati, Nur. Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.
1995
Nata, Abuddin. Filsafat Pendidikan
Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama. 2005
Nata, Abuddin. Ilmu Pendidikan Islam. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2010).
Purwanto, M. Ngalim. Psikologi
Pendidikan. cet ke-1. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya Offset Bandung. 2000
Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. loc.cit.
Djamarah, Syaiful Bahri. Psikologi Belajar. Jakarta: PT RINEKA CIPTA. 2002
[1]Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi
Belajar, (Jakarta: PT RINEKA CIPTA, 2002), hlm. 142
[2]Abuddin Nata, Ilmu
Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010), cet ke-1,
hlm. 290
[3]M. Ngalim Purwanto, Psikologi
Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset Bandung, 2000), hlm.
28
[4] Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam,
loc.cit.
[5] Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu
Pendidikan, (Jakarta: PT RINEKA CIPTA, 1995), hlm. 66
[6] Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan
Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005), hlm. 165
Komentar
Posting Komentar