Lingkungan Pendidikan



LINGKUNGAN PENDIDIKAN
FERDIAN HIDAYAT

Institut Agama Islam Negri Madura
. Abstrak:
Manusia adalah makhluk sosial pasti membutuhkan pada bantuan manusia yang lain. Lingkungan sangat penting dalam pertumbuhan individu manusia, begitu pula dalam dunia pendidikan lingkungan mempunyai peran penting dalam proses majunya pendidikan. Dalam pendidikan akan sulit mencapai tujuan apabila lingkungan yang ada di sekitarnya tidak sesuai atau jelek, walaupun di dalam pendidikan tersebut ada pendidik yang berbakat dan kurikulum yang bagus, hasilnya pasti akan sulit dengan lingkungan yang tidak sesuai. Untuk itu lingkungan memang perlu di ciptakan sebaik mungkin agar pendidikan tersebut bias mencapaitujuan yang telah di tentukan.
Kata Kunci: Lingkungan, Manusia, dan Pendidikan
Abstract:
Humans are social creatures definitely need other human assistance. Environment is very important in the growth of human individuals, as well as in the world of environmental education has an important role in the process of advancing education. In education it will be difficult to achieve goals if the surrounding environment is not suitable or bad, even though there are talented educators and good curriculum in the education, the results will be difficult with inappropriate environments. For this reason, the environment really needs to be created as well as possible so that the education can achieve the stated goals
Pendahuluan
Manusia mempunyai kemampuan-kemampuan yang dapat dan perlu dikembangkan melalui pengalaman yang terbentuk dalam berinteraksi antar individu dengan lingkungan tempat tinggalnya yang dapat mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan, perkembangan, serta proses dalam menjalani kehidupannya memalui lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya.
Pendidikan merupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan. Maka dari itu, pendidikan perlu ditunjang dengan lingkungan pendidikan yang baik. Karena lingkungan pendidikan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dalam berinteraksi baik berupa benda mati, makhluk hidup, maupun hal-hal yang terjadi dan sebagai tempat dalam  menyalurkan kemampuan-kemampuan untuk membentuk perkembangan setiap individu yang mempunyai pengaruh kuat kepada individu.
Dalam kajian ini bertujuan untuk mengetahui apa pengertian lingkungan pendidikan? Apa saja macam-macam lingkungan pendidikan? Dan apa fungsingnya?. Dan penulis berharap setelah membaca kajian ini pembaca akan bertambah pengetahuannya sesuai dengan yang akan di bahas berikut.
Pengertian Lingkungan Pendidikan
Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan anak didik. Dalam lingkunganlah anak didik hidup dan berinteraksi dalam mata rantai kehidupan yang disebut ekosistem. Saling ketergantungan antara lingkungan biotic dan abiotik tidak dapat dihindari. Itulah hukum alam yang harus dihadapi oleh anak didik sebagai makhluk hidup yang tergolong kelompok biotik.[1]
Orang sering mengartikan lingkungan secara sempit, seolah-olah lingkungan hanyalah alam sekitar di luar diri manusia / individu. Secara harfiah lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mengitari kehidupan, baik berupa fisik seperti alam jagat raya dengan segala isinya, maupun berupa nonfisik, seperti suasana kehidupan beragama, nilai-nilai, dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan yang berkembang, kedua lingkungan tersebut hadir secara kebetulan, yakni tanpa diminta dan direncanakan oleh manusia.[2]
Menurut Sartain (seorang ahli psikologi Amerika) dalam buku M. Ngalim Purwanto menjelaskan bahwa lingkungan ialah meliputi semua kondisi-kondisi dalam dunia ini yang dalam cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life processes kita kecuali gen-gen dan bahkan gen-gen dapat pula dipandang sebagai menyiapkan lingkungan bagi gen yang lain.[3]
Jadi Lingkungan Pendidikan adalah segala sesuatu yang mencakup iklim, geografis, adat istiadat, tempat tinggal atau istiadat dan lainnya yang dapat memberikan penjelasan serta mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan, perkembangan anak untuk menjadi manusia yang lebih baik yang mempunyai nilai tinggi, baik nilai insaniyah dan ilahiyah. Sejauh manakah seseorang berhubungan dengan lingkungan, sejauh itu pula terbuka peluang masuknya pengaruh pendidikan kepadanya. Tetapi keadaan itu tidak selamanya bernilai pendidikan, artinya mempunyai nilai positif bagi perkembangan seseorang karena bisa saja merusak perkembangannya.
Nasution dalam bukunya menjelaskan bahwa Segala sesuatu yang dipelajari individu harus dipelajari dari anggota masyarakat lainnya, secara sadar apa yang diajarkan oleh orang-orang tua, saudara-saudara, anggota keluarganya yang lain dan di sekolah kebanyakan oleh gurunya. Dengan tak sadar ia belajar dengan mendapat informasi secara insidental dalam berbagai situasi sambil mengamati kelakuan orang lain, membaca buku, menonton televisi, mendengar percakapan orang dan sebagainya atau menyerap kebiasaan-kebiasaan dalam lingkungannya.[4]
Macam-Macam Lingkungan Pendidikan
Dalam kegiatan pendidikan, kita melihat adanya unsur pergaulan dan unsur lingkungan yang keduaanya tidak terpisahkan tetapi dapat dibedakan. Dalam pergaulan tidak selalu berlangsung pendidikan walaupun didalamnya terdapat factor-faktor yang mendidik. Pergaulan semacam itu dapat terjadi dalam: 1) Lingkungan Keluarga, keluarga merupakan suatu soaial terkecil dalam kehidupan umat manusia sebagai makhluk sosial, ia merupakan unit pertama dalam masyarakat. Disitulah terbentuknya tahap awal proses sosialiasi dan perkembangan individu. 2) Lingkungan Sekolah, kegiatan pendidikan pada mulanya dilaksanakan dalam lingkungan keluarga dengan menempatkan ayah dan ibu sebagai pendidikan utama, dengan semakin dewasanya anak semakin banyak hal-hal yang dibutuhkannya untuk dapat hidup di dalam masyarakat secara layak dan wajar. Sebagai respon dalam memenuhi kebutuhan tersebut muncullah usaha untuk mendirikan sekolah di lingkungan keluarga. 3) Lingkungan Masyarakat, dari lahir sampai mati manusia hidup sebagai anggota masyarakat. Hidup dalam masyarakat berarti adanya interaksi sosial dengan orang-orang di sekitar dan dengan demikian mengalami pengaruh dan mempengaruhi orang lain. Interaksi sosial sangat utama dalam tiap masyarakat.Norma-norma masyarakat yang berpengaruh tersebut merupakan aturan-aturan yang ditularkan oleh generasi tua kepada generasi mudanya. Penularan-penularan yang dilakukan dengan sadar dan bertujuan ini sudah merupakan proses pendidikan masyarakat.[5]
Fungsi Lingkungan Pendidikan
Sebagaimana yang telah dijelaskan, lingkungan sangat menunjang terhadap suatu kegiatan, termasuk dalam kegiatan pendidikan. Karena tidak ada satupun tempat kegoatan yang tidak memerlukan tempat dimana kegatan tersebut dilaksanakan.
Sebagai lingkungan pendidikan, ia mempunyai fungsi antara lain, menunjang terjadinya proses belajar mengajar secara aman, tertib dan berkelanjutan. Untuk itu, Al-Qur’an memberi isyarat tentang pentingnya menciptakan suasana saling tolong menolong, saling menasihati dan seterusnya agar kegiatan yang dijalankan manusia dapat berjalan dengan baik.
Abudin Nata dalam bukunya yang berjudul Filsafat Pendidikan Islam menjelaskan tentang fungsi dari beberapa lingkungan pendidikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu 1) Fungsi Lingkungan Keluarga Terhadap Pendidikan 2) Fungsi Lingkungan Sekolah Terhadap Pendidikan 3) Fungsi Lingkungan Masyarakat terhadap Penddikan.[6]

Penutup
Lingkungan Pendidikan adalah segala sesuatu yang mencakup iklim, geografis, adat istiadat, tempat tinggal atau istiadat dan lainnya yang dapat memberikan penjelasan serta mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan, perkembangan anak untuk menjadi manusia yang lebih baik yang mempunyai nilai tinggi, baik nilai insaniyah dan ilahiyah. Sejauh manakah seseorang berhubungan dengan lingkungan, sejauh itu pula terbuka peluang masuknya pengaruh pendidikan kepadanya.

Daftar Pustaka
Ahmadi, Abu dan Uhbiyati, Nur. Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT RINEKA CIPTA. 1995
Nata, Abuddin. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama. 2005
Nata, Abuddin. Ilmu Pendidikan Islam. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2010).
Purwanto, M. Ngalim. Psikologi Pendidikan. cet ke-1. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset Bandung. 2000
Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. loc.cit. 
Djamarah, Syaiful Bahri. Psikologi Belajar. Jakarta: PT RINEKA CIPTA. 2002



[1]Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT RINEKA CIPTA, 2002), hlm. 142 
[2]Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010), cet ke-1, hlm. 290 
[3]M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset Bandung, 2000), hlm. 28 
[4] Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, loc.cit. 
[5] Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan, (Jakarta: PT RINEKA CIPTA, 1995), hlm. 66 
[6] Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005), hlm. 165 

Komentar