Dasar-Dasar Pendidikan
DASAR-DASAR
PENDIDIKAN
FERDIAN HIDAYAT
Institut Agama Islam Negri Madura
Abstrak:
Dalam
kehidupan pendidikan di butuhkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pendidikan lebih daripada pengajaran, karena pengajaran sebagai suatu proses transfer ilmu
belaka,
sedang
pendidikan
merupakan
transformasi nilai
dan pembentukan kepribadian
dengan segala aspek yang dicakupnya. Perbedaan
pendidikan dan pengajaran terletak pada penekanan pendidikan terhadap
pembentukan kesadaran
dan kepribadian anak didik di samping transfer ilmu dan keahlian. Hal inilah yang membedakan antara Islam dengan Barat. Al-Quran
merupakan petunjuk buat umat
manusia. Petunjuk tidak hanya berkaitan dengan
syariat agama tetapi berkaitan pula dengan ayat-ayat kauniyah yang erat sekali
dengan ilmu pengetahuan.
Kata
Kunci: Dasar,
Ilmu, dan Pendidikan
Abstract:
In education life it is necessary to be a better person.
Education is more than teaching, because teaching is a mere process of
transferring knowledge, while education is a transformation of values and the
formation of personality with all aspects covered. The difference between
education and teaching lies in the emphasis on education on the formation of
awareness and personality of students in addition to the transfer of knowledge
and expertise. This is what distinguishes between Islam and the West. The Koran
is a guide for mankind. The instructions are not only related to religious law
but also related to the verses of kauniyah which are very close to science
Pendahuluan
Pendidikan
merupakan suatu
proses generasi
muda
untuk dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi
tujuan hidupnya
secara lebih efektif dan
efisien. Pendidikan lebih daripada
pengajaran, karena pengajaran
sebagai
suatu proses
transfer ilmu belaka, sedang pendidikan merupakan transformasi nilai dan
pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya.
Perbedaan pendidikan dan pengajaran
terletak pada penekanan pendidikan terhadap pembentukan kesadaran
dan kepribadian anak
didik di samping transfer ilmu
dan keahlian.
Dasar suatu bangunan yaitu fondamen yang menjadi
landasan bangunan agar bangunan itu tegak dan kokoh berdiri. Demikian pula dasar pendidikan Islam
yaitu Fondamen yang menjadi landasan atau asas agar pendidikan Islam dapat tegak berdiri tidak mudah
roboh karena
tiupan
angin kencang
berupa ideologi yang muncul baik sekarang maupun yang akan datang Dengan adanya dasar ini
maka
pendidikan
Islam akan tegak berdiri dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh pengaruh luar
yang akan merobohkan ataupun mempengaruhinya.
Dalam kajian ini bertujuan
untuk mengetahui apa yang menjadi dasar pendidikan? Dan penulis berharap
lembaga pendidikan akan lebih memperhatikan dan memperkuat dasar pendidikan
yang ada dalam pendidikan tersebut.
Pembahasan
Dasar pendidikan adalah
pondasi atau landasan yang kokoh bagi setiap masyarakat untuk dapat melakukan
perubahan sikap dan tata laku dengan cara berlatih dan belajar dan tidak
terbatas pada lingkungan sekolah, sehingga meskipun sudah selesai sekolah akan
tetap belajar apa-apa yang tidak ditemui di sekolah. Hal ini lebih penting
dikedepankan supaya tidak menjadi masyarakat berpendidikan yang tidak punya
dasar pendidikan sehingga tidak mencapai kesempurnaan hidup. Apabila
kesempurnaan hidup tidak tercapai berarti pendidikan belum membuahkan hasil
yang menggembirakan. Dasar atau landasan pendidikan dapat dilihat dari berbagai
segi yaitu :[1]
Pandangan Islam
Pertama, Al-qur’an
merupakan pedoman tertinggi yang manjadi petunjuk dan dasar kita hidup di
dunia. Dalam Al-qur’an kita bisa menemukan semua permasalahan hidup termasuk
pendidikan dan ilmu pengetahuan. Ke dua hadist merupan pedoman kita setalah
Al-qur’an, dengan demikian hadist juga merupakan dasar atau elemen dalam
pendidikan. Nilai-nilai Sosial kemasyarakatan yang benar adalah nilai-nilaiyang
tidak bertentangan dengan Al-qur’an dan Hadist.[2]
Secara Umum
Ada beberapa landasan umum yang menjadi dasar pendidikan yaitu: 1) Landsan
agama merupakan landasan yang paling mendasari dari landasann-landasan
pendidikan, sebab landasan agama adalah landasan yang diciptakan oleh Allah
SWT. Landasan agama berupa firman Allah SWT dalam kitab suci Al-Qur’an dan
Al-Hadis berupa risalah yang dibawakan oleh Rasulullah SAW untuk umat manusia
yang berisi tentang tuntutan-tuntutan atau pedoman hidup manusia untuk mencapai
kebahagiaan hidup baik di dunia maupun diakhirat, serta merupakan rahmat untuk
seluruh alam. Bahkan Sistem pendidikan nasional mengharuskan setiap peserta
didik mengikuti pendidikan agama tidak hanya pendidikan formal saja. Karena
sistem pendidikan agama diharapkan tidak saja sebagai peyangga nilai-nilai,
akan tetapi sekaligus sebagai penyeru pikiran-pikaran produktif dan berkolaborasi
dengan kebutuhan zaman yang semkin modern. Pendidikan agama adalah hak setiap
peserta didik dan bukan Negara atau organisasi keagamaan.[3] 2) Ideologis,
yaitu mengacu kepada ideologi bangsa kita yakni nya pancasila dan berdasarkan
kepada UUD 1945. Landasan dalam hukum berarti melandasi atau mendasari atau
titik tolak. Semua tindakan yang dilakukan di Negara didasari dengan
perundang-undang tersebut. Apabila terdapat suatu tindakan yang bertentangan
dengan perundangan itu, dikatakan tindakan itu melanggar hokum. Negara republic
Indonesia mempunyai perundang-undangan yang bertingkat, mulai dari
undang-undang Dasar 1945, undang-undang, peraturan, pemrintah, ketetapan sampai
dengan surat keputusan. Pendidikan di Indonesia menurut UUD 1945 yakni terdapat
pada pasal 31 ayat 1 yang berbunyi, “tiap-tiap warga Negara berhak mendapatkan
pengajaran”. Ayat 2 menyatakan bahwa “pemerintah mengusahakan dan
menyelenggarakan satu system pengajaran nasional, yang diatur dengan
undang-undang”. 3) Ekonomis, pendidikan bisa dijadikan sebagai suatu langkah
untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan keluar dari segala bentuk kebodohan
dan kemiskinan. 4) Teknologis, dunia telah mengalami eksplosit ilmu pengetahuan
dan teknologi. Dan bisa dikatakan teknologi sangat memiliki peran dalam
kemajuan dunia pendidikan. 5) Psikologis
dan Pedagogis, tugas pendidikan sekolah yang utama adalah mengajarkan
bagaimana cara belajar, mendidik kejiwaan, menanamkan motivasi yang kuat dalam
diri anak untuk belajar terus-menerus sepanjang hidupnya dan memberikan
keterampilan kepada peserta didik, mengembangkan daya adaptasi yang besar dalam
diri peserta didik. 6) Sosial Budaya,
mengacu kepada hubungan antara individu dengan individu lainnya dalam suatu
lingkungan atau masyarakat. Begitu juga hal nya dengan budaya, budaya
masyarakat sangat berperan dalam proses pendidikan, karena budaya identik
dengan adat dan kebiasaan. Apabila sosial budaya seseorang itu berjalan baik
maka pendidikan akan mudah dicapai.[4]
Kesimpulan
Pendidikan tidak akan kuat apabila tidak ada pondasi yang melandasinya.
Maka dari hal itu sama halnya dengan rumah apabila pondasinya kuat maka rumah
tersebt tidak akan mudah roboh. Dasar-dasar pendidikan selai membantu
memperkuat pondasi pendidikan juga membantu masyarakat memahami dan mengacu
pada dasar-dasar pendidikan.
Daftar Pustaka
Hasbullah. 2005. Dasar
Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrasindo Persada
W.J.S. Poerwadarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta : PN
Balai Pustaka,1984)
UUD 1945, Undang-Undang Republik Indonesia dan Perubahannya.
Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan.
Jakarta: Rineka Cipta
[3] Tirtarahardja, Umar dan S,L,
La Sulo, Pengantar Pendidika, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), hlm, 24-25
Komentar
Posting Komentar